Hukum Kekekalan Energi – Dasar Teori dan Rumusnya

2 min read

Hukum Kekekalan Energi – Dasar Teori dan Rumusnya

Tenses.co.id – Hai sobat semua, Pernahkah kamu mencoba untuk menerka nerka benda apa saja yang bisa menghasilkan energi panas ketika kamu memasak ? Tentu kamu sudah sangat tahu bahwa jawabannya adalah kompor dan semacamnya, atau adakah kalian mengetahui akan benda benda lain nya yang dapat menghasilkan energi seperti kompor tadi.

Atau adakah kamu berpikir bagaimana cara kompor menghasilkan energi panas yang dapat digunakan untuk memasak ? Karena kompor sendiri termasuk salah satu konsep konversi energi atau bisa juga disebut dengan hukum kekekalan energi.

Apa itu hukum kekekalan energi ? Pada kesempatan kali ini kita akan memberikan pembahasan mengenai hukum kekekalan energi mulai dari dasar teori hingga rumusnya.

Jika pada zaman dahulu nenek memasak dengan menggunakan kompor minyak yang dihubungkan dengan menggunakan sumbu yang kemudian dijadikan sebagai media untuk menjadi perantara agar dapat menyerap minyak tanah.

Sementara itu pada kompor yang sudah menggunakan RG Squad yang sudah banyak digunakan pada saat ini energi panas berasal dari listrik atau pun gas. Ini adalah sedikit contoh mengenai energi dan hukum kekekalannya.

Semua energi yang terdapat pada alam semesta ini tidak bisa dihilangkan, akan tetapi energi hanya bisa diubah bentuknya menjadi bentuk energi yang lain, seperti panas setrika yang merupakan hasil perubahan energi dari listrik untuk kemudian dimanfaatkan oleh manusia untuk mempermudah pekerjaannya.

Ini lah yang dimaksud dengan konversi energi yang sangat berkaitan dengan hukum kekekalan energi.

Berikut ini adalah penjelasan dari hukum kekekalan energi mulai dari rumus, dasar, teori sampai contohnya, simak dengan seksama :

Pengertian Hukum Kekekalan Energi

Secara umum hukum kekekalan energi adalah hukum yang menyatakan bahwa energi itu bersifat kekal atau tetap, maksudnya energi tidak dapat dimusnakan ataupun diciptakan, energi hanya bisa diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain.

Hukum ini ditemukan oleh seorang ilmuan dari Inggris yang bernama James Prescott. Pada saat itu, hukum kekekalan energi sendiri merupakan hukum pertama di dalam termodinamika yang menganggap adanya tiga bentuk energi.

Tiga bentuk energi ini sendiri yaitu Energi Mekanik, Energi Kinetik dan Energi Potensial.

Bentuk dan Rumus Hukum Kekekalan Energi

Secara umum, hukum kekekalan energi sendiri terdapat 3 bentuk energi yang di antaranya adalah berikut ini :

Energi Kinetik

Secara bahasa kata “kinetik” berasal dari bahasa Yunani yaitu “kinesis” yang artinya gerak. Sedangkan secara istilah energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh sebuah benda karena pergerakannya.

Secara umum energi kinetik terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1). Energi Kinetik Traslasi, yaitu energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak lurus.

2). Energi Kinetik Rotasi, yaitu energi yang dimiliki oleh benda yang berotasi (gerakannya berotasi)

Rumus Energi Kinetik

Keterangan :

Ek = Energi kinetik (J)

m = Massa benda (Kg)

v = Kecepatan benda (m/s)

 

Energi Potensial

Secara singkat energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh benda karena posisi (ketinggian) benda tersebut. Energi potensial ini sendiri biasanya dipengaruhi oleh berat benda dan ketinggian dari benda itu sendiri serta daya gravitasi yang ada.

Rumus Energi Potensial

Keterangan :

Ep = Energi potensial (J)

m = Massa benda (Kg)

g = Gravitasi (m/s2)

h = ketinggian (m)

 

Energi Mekanik

Energi mekanik adalah energi yang berhubungan dengan gerak dan posisi sebuah benda. Energi mekanik ini dihasilkan dari penjumlahan energi kinetik dan energi potensial dalam melakukan sebuah usaha.

Rumus Energi Mekanik :

Keterangan :

Em = Energi Mekanik (J)

Ek = Energi kinetik (J)

Ep = Energi Potensial (J)

 

Dasar Teori

Seperti apa yang dijelaskan pada pengertian hukum kekekalan energi, bahwa hukum kekekalan energi menyatakan energi itu bersifat tetap. Semua energi yang ada di alam semesta tidak dapat dimusnakan melainkan hanya bisa diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Itulah yang kemudian menjadi alasan kenapa hal tersebut lantas disebut dengan hukum kekekalan energi.

Selain itu setiap energi yang ada tersebut dapat dimanfaatkan manusia untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian pekerjaan tersebut jadi jauh lebih mudah untuk dilakukan.

Demikian lah pembahasan kita kali ini mengenai hukum kekekalan energi yang dapat kami sampaikan untuk kamu semua, harapan kami kalian dapat memahami apa yang disampaikan, semoga dapat dijadikan sebagai referensi pembelajaran dan sampai jumpa.

 

Artikel Lainnya :