Majas Untuk Menciptakan Kalimat Penuh Warna

Posted on

Majas Untuk Menciptakan Kalimat Penuh Warna

Tenses.co.id – Entah itu di bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, majas terkadang dituliskan atau dipraktekkan untuk memberikan gaya bahasa yang berbeda. Majas merupakan gaya bahasa yang umumnya dipakai pada karya-karya sastra agar tulisan-tulisan itu memiliki efek yang lebih hidup sehingga akan menjadi semakin berwarna karakteristiknya.

 

Pemberian majas pada suatu karya sastra tentu memiliki tujuan agar pesan yang ingin disampaikan ke para pembaca lebih imajinatif atau punya makna kiasan yang mewakili perasaan dari penulis itu sendiri. Kalau fungsinya sudah jelas untuk memperindah karya sastra sehingga pembaca menyimaknya dengan pikiran imajinatif.

 

Berapa majas yang kamu tahu? Kalau kamu hanya tahu hiperbola atau personafikasi saja yang paling umum dikenal, masih ada banyak majas lainnya yang masih perlu tahu. Simak terus di bawah ini, ya macam-macam majas yang bisa memberikan efek hidup dan penuh warna pada berbagai tulisan mau pun lisan.

 

Majas Perbandingan

 

Kelompok majas ini memiliki perbandingan antara 1 objek dengan objek lainnya. Cara membandingkannya yaitu dengan mempersamakannya, melebih-lebihkannya, atau menggantikannya. Berikut beberapa jenis majas dalam kelompok ini.

 

Personafikasi

 

Majas ini dipakai untuk membuat benda mati di kehidupan sehari-hari seperti layaknya manusia. Misalkan, padi-padi di sawah itu melambai-lambai seolah mengajakku bermain.

 

Metafora

 

Kalau jenis majas ini lebih mewakili bahasa kiasan yang sifatnya eksplisit sesuai dengan persamaan mau pun perbandingan dengan objek lainnya. Contohnya saja orang yang sekarang ini semakin sukses itu dulunya sering kali dianggap sampah masyarakat.

 

Asosiasi

 

Di majas asosiasi, 2 objek yang berbeda dibandingkan tapi memakai kata sambung untuk disamakan. Misalkan muka ibu dan anak itu bagaikan pinang dibelah dua.

 

Hiperbola

 

Jenis majas yang paling umum ini memiliki gaya bahasa yang terlalu melebih-lebihkan, tidak jarang beberapa katanya punya kesan yang tidak masuk akal. Contohnya, anak itu punya semangat yang keras seperti baja agar bisa duduk di ranking 1.

 

Eufemisme

 

Jenis majas ini terkadang secara tidak sadar kita pakai di dalam kalimat sehari-hari. Eufemisme merupakan penggantian kata-kata tertentu yang tidak baik menjadi kata yang lebih halus dan sopan. Misalkan berak menjadi buang air besar.

 

Metonimia

 

Dalam jenis majas ini, gaya bahasanya membandingkan pengertian sesuatu sekaligus langsung merujuk ke objek yang berkaitan. Contohnya, kalau kamu haus, minum saja Aqua. Dalam kalimat itu menunjukan kalau Aqua sebagai air sekaligus merek air mineral.

 

Simile

 

Simile merupakan jenis majas yang membandingkan suatu kegiatan dengan ungkapan pada umumnya. Misalkan bayi yang sedang menangis itu bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya.

 

Majas Pertentangan

 

Kelompok ini lebih memakai kata-kata kiasan yang artinya berlawanan arah dengan kalimat sebenarnya. Beberapa jenis majas yang masuk kelompok ini, yaitu.

 

Litotes

 

Kalimat-kalimat yang merendahkan diri walau di artian sebenarnya justru sebaliknya. Contohnya saja ayo mampir ke gubuk aku yang sangat kecil ini.

 

Paradoks

 

Jenis majas ini memiliki kata-kata yang membandingkan suatu kondisi yang justru untuk situasi kebalikannya. Misalkan saat aku ada di tengah keramaian mall, aku merasa lebih kesepian.

 

Antitesis

 

Jenis bahasa ini mencampurkan 2 kata yang satu sama lainnya saling bertentangan. Misalkan di mata hukum, entah itu muda-tua atau miskin-kaya, semuanya sama perlakuannya.

 

Majas Sindiran

 

Di kelompok majas sindiran, bahasa yang dipakai juga sama-sama menggunakan kiasan yang tujuannya menyindir orang, suatu sikap atau situasi tertentu. Jenis-jenis yang masuk ke kelompok ini adalah.

 

Ironi

 

Ironi memakai kata kiasan yang maksudnya berlawanan arah dari situasi sebenarnya. Misalkan saja, wah wanita itu sangat kurus sampai aku tidak bisa duduk di sebelahnya.

 

Sinisme

 

Berbeda dengan jenis majas sebelumnya, di jenis ini seseorang langsung mengungkapkan sindiriannya langsung ke orang yang dimaksud. Misalkan, kamu bau sekali, sih tapi kalau aku suruh mandi kamu tidak mau.

 

Sarkasme

 

Kalau sebelumnya masih termasuk halus, jenis majas ini justru lebih berkonotasi kasar. Biasanya sarkasme dipakai kalau orang itu sudah benar-benar sangat marah. Contohnya, tidak becus kamu! Kalau nilai kamu jelek terus, nanti kamu hanya jadi sampah masyarakat saja!

 

Itulah beberapa majas beserta contohnya yang umum dipakai. Kalau kamu mau mendalaminya lebih jauh, kamu masih bisa mencarinya di situs-situs online yang menjelaskan majas secara lebih rinci. Belajar majas tidak ada salahnya juga, kan?

 

Artikel Terkait:

Strategi Menghasilkan Hasil Karya Tulis yang Berkualitas

Manfaat Menguasai Kemampuan Menulis Bahasa Inggris

Strategi Belajar Cepat dan Efektif dengan Teknik Scanning dan Skimming